Selasa, Januari 13, 2026
LAWANG POST
No Result
View All Result
  • Login
  • Terkini
  • Pembangunan
  • Pendidikan
  • Regulasi
  • Tokoh
  • Editorial
  • Agama
  • Olahraga
  • Wisata Budaya
  • Terkini
  • Pembangunan
  • Pendidikan
  • Regulasi
  • Tokoh
  • Editorial
  • Agama
  • Olahraga
  • Wisata Budaya
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
">
">
Home Editorial

Mutiara Ibu Pertiwi yang Hilang: PANCASILA

by aan
01/04/2013
in Editorial
0
0
SHARES
67
VIEWS

Pancasila adalah sebuah ideologi bangsa Indonesia yang dianggap telah merepresentasikan jati diri negeri ini. Pernah juga dianggap sebagai ideologi sempurna karena keberhasilannya menyatukan ratusan etnis bangsa ini. Namun sayangnya, semakin hari eksistensi pancasila mulai pudar. Carut marut bangsa ini menjadi bukti nyata hilangnya kesaktian sang garuda, dan mutiara Ibu pertiwi ini seakan hilang ditelan perubahan zaman. Lantas, masihkah kita butuh pancasila?

Pendiri bangsa ini telah menyatukan seluruh nilai luhur yang dimiliki Indonesia dan menuliskannya dalam Pancasila. Berisikan lima sila atau asas yang masing-masing sangat berkaitan erat, Pancasila telah mampu menjelma sebagai Ideologi yang sempurna tanpa celah. Pancasila kian dikuatkan eksistensinya ketika Soeharto menjadi kepala negara. Upaya pengilhaman pancasila dilakukan dengan menyisipkan nilai-nilai setiap sila ke dalam pendidikan bangsa. Kemudian mewajibkan semua lembaga Indonesia untuk memasang logo garuda, sebagai bentuk represi agar kita semua selalu ingat dan bangga akan kehadiran ideologi ini. Runtuhnya era orde baru menjadi titik dimana pancasila memasuki masa kelamnya.

READ ALSO

Mengapa Harus Lapor Inspektorat ?

Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah

Pendidikan yang menjadi titik sentral untuk melakukan doktrinasi pancasila mulai berganti kurikulumnya. Di sekolah dasar pendidikan pancasila hanya menjadi pendidikan moral, untuk sekolah menengah pertama pendidikan ini menjadi pendidikan kewarganegaran yang lebih mengajarkan ilmu pemahaman sistem kepemerintahan, tak jauh beda halnya dengan sekolah menengah atas. Memasuki tingkat perguruan tinggi, ideologi ini mulai hilang dan kalah bersaing dengan ideologi barat. Satu-satunya kesempatan pancasila bersuara hanya ada di saat upacara bendera dan kenegaraan, itu pun hanya sebatas pembacaan lima sila. Hingga pada akhirnya generasi muda kita mulai lupa dengan pancasila, jangankan dengan nilai luhurnya, untuk mengahafal kelima sila dari pancasila saja mulai kikuk. Maka sebagai konsekuensi logis, kita menjadi hilang arah, berjalan limbung entah kemana, mengikuti arus globalisasi yang kian menghilangkan batasan kebudayaan setiap negara.

">

Semakin hari semakin rapuh saja bangsa ini. Berita kriminal, pembunuhan, korupsi, dan tindak kejahatan selalu menghiasi headline setiap media massa. Pertentangan umat beragama, pertikaian antar suku juga tak kalah nyaring suaranya. Ketidakadilan hukum negara terhadap warga negaranya juga nyata terlihat dikeseharian kehidupan ini, ditambah lagi perang kepentingan politik yang semakin memperkeruh suasana. Semua ini adalah bukti nyata hilangnya ideologi pancasila, dan bagaimana bisa pancasila dianggap sebagai ideologi negara jika warga negaranya tak memahami dan mengimani setiap butir silanya.

Krisis identitas ini sudah saatnya dibenahi, sudah saatnya Indonesia berdiri pada filosofi bernegaranya lagi. Pendidikan nilai pancasila harus kembali masuk dalam kurikulum pendidikan, bukan hanya masalah moral, tapi sejarah dan pemaknaan keluhuran pancasila yang penting. Sudah seharusnya, setiap organisasi yang berdiri di Indonesia ini mulai berjalan atas dasar pancasila, bahkan partai politikpun wajib menjadikan nilai pancasila sebagai acuan berpolitik. Sudah saatnya Pancasila dibangunkan dari tidurnya, dan sekali lagi membawa bangsa ini menjadi bangsa yang luhur. Ketika hal ini terjadi, air mata ibu pertiwi akan terhenti, dan mutiaranya akan bersinar kembali.

Muhammad Subkhan,
Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Unair

Tags: DPRglobalmasyarakatMPRpancasilapemerintah

Related Posts

Dua Pejabat Eselon II Dilaporkan Ke Inspektur Kabupaten Malang
Editorial

Mengapa Harus Lapor Inspektorat ?

06/10/2020
Dugaan Persekongkolan Tender dilaporkan ke Unit Layanan Pengadaan Kabupaten Malang
Editorial

Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah

06/10/2020
Memahami Peranan Pers Dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara
Editorial

Memahami Peranan Pers Dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara

09/11/2013
Keterkaitan Dana BOS Dengan Penerimaan Peserta Didik Baru
Editorial

Keterkaitan Dana BOS Dengan Penerimaan Peserta Didik Baru

06/10/2020
Editorial

Guru: Pahlawan Dengan Tanda Jasa

23/04/2013
Editorial

Kartini Kini : Representasi Borjuis Indonesia

23/04/2013
Next Post
Kabag Sekmen Diknas Kab Malang

Kabupaten Malang Siap Laksanakan Kurikulum 2013

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Visi dan Misi Pernikahan Menurut Al Quran

Visi dan Misi Pernikahan Menurut Al Quran

30/11/2022
Arek Kampung Kauman Selamatkan Uang Rakyat

Semar dan Anak-anaknya – Simbol Rakyat Sadar Hukum

29/11/2022
Asas-asas dan Tujuan UU. Nomor 11 Tahun 2008 – Internet dan Transaksi Elektronik

Asas-asas dan Tujuan UU. Nomor 11 Tahun 2008 – Internet dan Transaksi Elektronik

10/03/2011
Pokok-Pokok Etika Kehidupan Berbangsa

Pokok-Pokok Etika Kehidupan Berbangsa

28/12/2022
Oknum Koordinator Sensus Kecamatan BPS Kabupaten Malang Diduga Sering Terima Gratifikasi Dari Mitra BPS

Oknum Koordinator Sensus Kecamatan BPS Kabupaten Malang Diduga Sering Terima Gratifikasi Dari Mitra BPS

05/04/2023

EDITOR'S PICK

Ini Dia Posko Pengaduan Resmi UN 2014!

Ini Dia Posko Pengaduan Resmi UN 2014!

12/04/2014
Shao Lin Kung Fu – Iks Pro Patria

Shao Lin Kung Fu – Iks Pro Patria

13/11/2010
danone cup

Kota Malang Tuan Rumah Penyisihan Liga Danone

09/04/2013
Operasi Yustisi di Lawang Jaring 66 Pelanggar Prokes Covid-19

Operasi Yustisi di Lawang Jaring 66 Pelanggar Prokes Covid-19

05/10/2020
LAWANG POST

© 2023 Lawang Post - Gerbang Informasi Pembangunan.

Navigate Site

  • Privasi
  • Redaksi
  • Kontak
  • Tentang

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Terkini
  • Pembangunan
  • Pendidikan
  • Regulasi
  • Tokoh
  • Editorial
  • Agama
  • Olahraga
  • Wisata Budaya

© 2023 Lawang Post - Gerbang Informasi Pembangunan.