Home » Agama » Konsekuensi Menjadi Orang Yang Beriman

Konsekuensi Menjadi Orang Yang Beriman


Topik: ,
Share:

Dalam menghadapi dan mempersiapkan diri menjelang tahun baru 2011 ini tidak berlebihan bilamana sebagai sesama oarng beriman saling berbagi rasa dan saling mengingatkan untuk kembali dan kembali ke jalan Allah, Tuhan Pencipta Langit dan Bumi yang berkuasa atas segala sesuatu. Kesempatan yang baik ini akan dicoba untuk membuka ajaran Allah bagi orang yang beriman untuk selalu komitmen menjalankan apa yang diperintahkan dan menjauhi segala yang dilarang.

Allah mengajarkan kita didalam Kitab Suci Al Quran surat At Taghabun ayat 11 sampai dengan 18 sebagai berikut:
“Tidak ada suatu musibah yang menimpa, kecuali dengan izin Allah. Dan barangsiapa beriman kepada Allah, niscaya Allah memberi petunjuk kedalam hatinya. Dan Allah itu Maha Mengetahui segala sesuatu.”

Hal ini mengajarkan kita bahwa setiap musibah adalah atas izin Allah dan kalau Allah tidak mengijinkan tentu tidak akan terjadi musibah kepada kita. Dan juga kalau kita beriman kepada Allah, maka Allah akan memberikan petunjukNya ke-dalam hati kita karena Allah maha mengetahui segalanya.

“Dan taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya kewajiban Kami hanyalah menyampaikan (amanah) dengan terang.”

Hal ini mengajarkan kepada kita untuk selalu mentaati perintah Allah dan rasulNya dan kalau tidak adalah resiko kita sendiri, karena kewajiban Allah dan rasulNya hanyalah memberikan peringatan/amanah secara jelas. Kalau kita berpaling dari jalan Allah tentunya kita harus berani menerima resiko hukum Allah kepada kita.

“Dialah Allah, tiada Tuhan selain Dia. Dan hendaklah orang orang yang beriman bertwakal kepada Allah.”

Hal ini mengajarkan kepada kita bahwa tiada Tuhan selain Allah dan kewajiban bagi orang beriman adalah bertawakal kepadaNya saja tiada kepada yang lainnya.

“Wahai orang orang yang beriman, sesungguhnya diantara isteri-isterimu dan anak anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, oleh karena itu berhati hatilah terhadap mereka. Dan jika kamu maafkan dan kamu santuni serta ampuni mereka, sesungguhnya Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

Hal ini mengajarkan pada kita bahwa isteri dan anak bisa menjadi musuh bagi kita, oleh karena itu kita harus waspada terhadap tingkah laku dan perbuatan mereka. Akan tetapi wajib bagi kita untuk selalu memaafkan, menyantuni dan mengampu ni mereka. Kalau kita dapat berbuat demikian, maka Allah juga akan mengampuni dan menyayangi kita.

“Sesungguhnya hartamu dan anak anakmu hanyalah cobaan (bagimu) dan disisi Allah ada pahala yang besar.”

Hal ini mengajarkan pada kita bahwa sesungguhnya harta dan anak anak hanyalah suatu cobaan, apakah kita sanggup untuk memelihara mereka secara wajar dan tidak berlebihan, karena semuanya hendaknya kita pergunakan untuk mencari pahala disisi Allah. Dengan demikian hendaknya harta dan anak anak kita dapat mendorong kita untuk mendapatkan pahala yang besar disisi Allah.

“Maka bertaqwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah dan taatlah. Dan belanjakanlah harta yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa dijaga Allah dari kekikiran, maka mereka itulah orang orang yang beruntung.”

Hal ini mengajarkan agar kita selalu bertawakal kepada Allah menurut kemampuan kita dan bisa mendengarkan setiap petunjuk dan mentaatinya. Dan yang lebih penting lagi adalah membelanjakan (infaq) harta kita dijalan Allah untuk diri kita sendiri dihadapan Allah. Jangan sampai kita kikir (medit) untuk membelanjakan harta dijalan Allah agar supaya kita termasuk orang orang yang beruntung.

“Jika kamu meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, niscaya Dia melipat gandakan (balasan) untukmu dan mengampuni kamu. Dan Allah Maha Mensyukuri, Maha Penyantun.”

Hal ini mengajarkan pada kita bahwa apa yang kita belanjakan di jalan Allah akan dilipatgandakan balasannya dan juga mengampuni kita, dengan kata lain membelanjakan harta di jalan Allah akan dilipatgandakan balasannya dan merupakan penghapus dosa-dosa kita.

“Yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana.”

Hal ini mengajarkan pada kita bahwa Allah mengetahui yang ghaib dan yang nyata dalam pengertian apapun kebaikan yang telah kita perbuat, Allah akan menjadikan kita lebih memahami hakikat tentang kehidupan ini dan akan menjadikan kita lebih gagah perkasa dan lebih bijak dalam mengarungi kehidupan didunia ini.

Dengan membaca ayat ayat tadi berulang-ulang dan memahaminya serta mencoba untuk melaksanakan dalam kehidupan sehari-hari, niscaya kita akan merasakan bahwa apa yang diajarkan Allah dalam ayat 11 sampai 18 Surat At Taghabun tersebut memang betul betul menjadi kenyataan, bukan khayalan. Namun semuanya kembali kepada kita. Apakah kita masih mempercayai ayat ayat tersebut atau tidak dan hal ini tidak mem pengaruhi kekuasaan dan kemegahan Allah. Semoga kita termasuk orang orang yang beruntung.



Bila Anda keberatan atau ingin memberi koreksi terhadap content di Lawang Post, jangan ragu untuk menghubungi kami.


Berlangganan via E-mail

Masukkan E-mail Anda:


Facebook

Komentar

  • rizza: saya dari umum mau tanya gimana cara gabung trims
  • nx broo: Shidiqin = satrio pinandito setara Rasul Bani Israil setara Ghautsul Adhom Hadzazzaman v Cirinya menduduki...
  • ensabahnur999: Federasi Ceylon: Chyren Selin (dajjal) sebagai avatar Brahma. lautan bermuda. Rudra Chakrin (kalki...
  • Pangeran Pamcasari: Setelah Pak Jokowi terpilih, Apakah beliau ini Satria Piningit?
  • joko: Ga usah lebay, biasa aja kale