
“Kalau saya menginginkan pak Rendra menjadi Bupati Malang, maka sudah pasti saya harus mengawalnya di dalam perjalanan pemerintahan di Kabupaten Malang, agar beliau betul betul bekerja profesional dan pro rakyat. Dalam bahasa agama Islam adalah menjadikan pak Rendra memerintah adalah dalam rangka rakhmatan lil alamin.” Kata Moch Yahya Amar, SH salah seorang Wakil Ketua PCNU Kabupaten Malang yang bertempat tinggal di jalan Argopuro – Lawang.
Lebih lanjut Yahya menjelaskan bahwa masih banyak hal yang harus dikerjakan oleh Bupati Malang ke depan, karena reformasi pembangunan sangat kompleks dan membutuhkan profesionalitas pemerintahan di daerah.
“Jadi Bupati itu memang banyak enaknya daripada tidak, karena sedikit sedikit acaranya pasti enak enak thok! Untuk itu saya akan mengingatkan beliau jangan sampai keenakan lalu lupa tugas pokoknya sebagai Bupati. Karena pak Rendra itu kan manusia biasa, sama saja dengan kita-kita pasti punya sifat lupa atau khilaf, jadi kalau beliau lupa kita sebagai rakyat kan boleh mengingatkannya.”
Pria kekar yang berwajah serius ini juga mengatakan bahwa hukumnya wajib bagi seorang muslim mengingatkan muslim lainnya, yang penting bukan untuk mencari-cari kesalahan seseorang karena sentimen pribadi. Kritik yang konstruktif sangat diperlukan oleh seorang pemimpin yang bijak.
“Apalagi sekarang saya sudah pensiun dari pegawai negeri sipil, jadi masih punya pengalaman dan waktu yang panjang untuk menjadikan pak Rendra sebagai Bupati yang betul betul bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Malang yang mayoritas adalah warga nahdliyin.” Lanjutnya.
Sementara itu politikus kawakan Johan Soeharto mengatakan bahwa apa yang dikatakan oleh pak Yahya itu sangat bagus dalam rangka memajukan Kabupaten Malang ke depan. “Pak Rendra cukup punya pengalaman baik organisasi maupun pemerintahan di Kabupaten Malang, saya tahu persis pribadinya. Jadi soal kekuatiran pak Yahya saya jamin tidak akan terjadi.”Katanya pada LP menanggapi kekuatiran Moch Yahya Amar, SH pada Rendra. Yang jelas apa pun yang akan terjadi, sangat diperlukan kritik yang konstruktif terhadap kebijakan Bupati Rendra Kresna.













