Home » Pembangunan » Pemerintah Kabupaten Malang Melakukan Sidak ke Pasar Lawang

Pemerintah Kabupaten Malang Melakukan Sidak ke Pasar Lawang


Topik: , , ,
Share:

Sehubungan dengan meningkatnya harga gula pasir di pasaran akhir akhir ini, maka Pemerintah Kabupaten Malang melalui H Rendra Kresna disertai beberapa SKPD antara lain Kepala Dinas Kesehatan dr. Agus Wahyu Arifin, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan & Pasar Ir. HM. Syakur Kullu, Kabag Perekonomian dan Kabag Humas Drs Kukuh Bandono melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar Lawang beberapa waktu yang lalu.

Dalam penemuan pejabat Kabupaten Malang tersebut, harga gula di Lawang telah mencapai Rp.9.200,00 padahal harga normalnya adalah Rp.5.000,00 sampai Rp.6.000,00. Hasil temuan lainnya adalah 11 bungkus kopi Gelatik Gold 150 gram yang telah melewati tanggal kadaluwarsa (expired date) bulan Juli 2009 di toko “KING KONG”. Di toko yang terletak di jalan raya ini dijumpai pula puluhan kue yang terbungkus plastik tetapi tidak disertai label kedaluwarsa.

“Ini seharusnya ada tanggal kedaluwarsa, karena menyangkut makanan.” kata H Rendra Kresna sembari menunjukkan jajan bermerek Aneka Kue Kering Fandis. Salah satu penjaga kemudian mengatakan akan segera menarik barang itu ke distributor. Kepala Dinas Kesehatan dr. Agus Wahyu Arifin mengatakan kue tersebut harus segera ditarik untuk menjaga kesehatan “Kemasan seperti ini, seharus-nya hanya tahan tiga bulan saja.” ujarnya sambil memegang salah satu kue tanpa merek yang kemasannya masih lumayan bagus.

Rombongan kemudian melanjutkan sidak ke pasar Singosari, Pasar Karangploso, Pasar Pakis dan Pasar Tumpang pada kesempatan perdana ini. Di pasar Singosari ditemukan harga gula berkisar antara Rp.9.200,00 – Rp.9.800,00, selain itu harga kebutuhan lain misalnya daging berkisar dari Rp.45.000,00 – Rp.60.000,00. Di pasar Singosari H Rendra Kresna sempat memberikan sumbangan modal secara pribadi kepada 2 (dua) orang pedagang kecil yaitu mbok Tiamah yang menggelar pisang dan lontong di depan kios sembako dan bapak Sian yang berdagang celana pendek dan kaos diemperan sebuah toko sambil berkata: “Untuk menambah modal dan semoga dagangannya laris.” sambil memberikan sejumlah uang kepada kedua orang yang sudah tergolong lanjut usia tersebut sebagai bentuk perhatian beliau kepada wong cilik.

Sedang di Pasar Karangploso, di pasar baru ini harga sembako relatif stabil kecuali harga gula. Demikian pula dengan hasil temuan di pasar Tumpang, semua harga relatif sama dan stabil. Khusus mengenai masa kedaluwarsa (expired date), Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pasar Ir. HM. Syakur Kullu mengingatkan agar para pedagang memperhatikan masalah kedaluwarsa dan sebisa mungkin memberikan label kedaluwarsa pada kue yang dijualnya, karena hal ini menyangkut kepentingan masyarakat luas.



Bila Anda keberatan atau ingin memberi koreksi terhadap content di Lawang Post, jangan ragu untuk menghubungi kami.


  • ali

    lawang tambah sip ae, haha

Berlangganan via E-mail

Masukkan E-mail Anda:


Facebook

Komentar

  • rizza: saya dari umum mau tanya gimana cara gabung trims
  • nx broo: Shidiqin = satrio pinandito setara Rasul Bani Israil setara Ghautsul Adhom Hadzazzaman v Cirinya menduduki...
  • ensabahnur999: Federasi Ceylon: Chyren Selin (dajjal) sebagai avatar Brahma. lautan bermuda. Rudra Chakrin (kalki...
  • Pangeran Pamcasari: Setelah Pak Jokowi terpilih, Apakah beliau ini Satria Piningit?
  • joko: Ga usah lebay, biasa aja kale