Home » Tokoh » Pandangan Konsep Semar Atas Kehadiran Barack Obama di Indonesia

Pandangan Konsep Semar Atas Kehadiran Barack Obama di Indonesia


Topik: , , , ,
Share:

Dalam beberapa literatur sering dijumpai pengertian bila bumi ini merupakan suatu perwujudan manusia, bahkan ada pula literatur yang mengatakan bahwa bumi digambarkan sebagai manusia yang menggulung dirinya sampai kelihatan bulat. Persamaan bumi dan manusia dapat dilihat dari unsur yang ada pada keduanya. Secara ilmu pengetahuan dan teknologi dapat dikatakan bahwa bumi terdiri dari unsur tanah, air, api dan udara. Demikian pula secara metafisika dapat dikatakan bahwa manusia juga terdiri dari unsur tanah, air, api dan udara.

Bila digabungkan kedua pendapat tersebut, maka boleh dikatakan bahwa bumi dan manusia mempunyai kesamaan dari unsur unsur yang ada dan dikandung keduanya. Dalam istilah jawa antara manusia dan bumi ada yang berpendapat manusia adalah “jagad cilik” dan bumi merupakan “jagad gede”, sehingga apapun yang terjadi di bumi adalah juga karena ulah manusia. Hal ini disebabkan oleh karena apapun yang mengenai “jagad gede” tentunya disebabkan oleh “jagad cilik”.

Nah, kalau falsafah ini bisa diterima sebagai suatu bahan kajian dalam kehidupan manusia, maka selanjutnya akan dapat diurai apapun yang terjadi dan yang akan terjadi pada bumi, bilamana manusia sudah mempunyai visi dan misi yang positif terhadap sesamanya, dalam arti manusia dengan manusia dan manusia dengan alam sekitarnya yang selalu menyelimutinya.

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang menikmati kehidupan ini dengan menggunakan prinsip menyukai kehidupan yang cintai damai, akan tetapi lebih mencantai kemerdekaan bilamana cinta damai itu tidak bisa diwujudkan dalam kehidupannya. Slogan atau prinsip hidup cinta damai dan lebih mencintai kemerdekaan inilah yang menjadi kekuatan yang mendasar sampai tercapainya proklamasi kemerdekaan yang dibacakan pada tanggal 17 Agustus 1945.

Dapat juga dikatakan bahwa Amerika Serikat sebagai negara adikuasa merupakan perwujudan daripada pikiran manusia (cipto), sedangkan Indonesia bisa juga dikatakan sebagai perwujudan dari perasaan (roso). Maka kehadiran Barack Obama ke Indonesia bisa pula ditafsirkan sebagai pertemuan antara pikiran dan perasaan untuk membuahkan hasil sebuah komitment untuk saling bekerja sama (kerso). Wacana ini harus dikemas sedemikian rupa dengan iktikad baik demi kebersamaan dan kemanusiaan, sehingga yang muncul nantinya adalah Cipto Sejati dan Roso Sejati. Bila yang terjadi seperti demikian, maka hal ini akan membuahkan Karso Sejati yang memang sedang dinanti-nantikan seluruh umat manusia, yang dalam bahasa Islamnya sering disebut baldatun toyyibatun wa robbun goffur.

Kerjasama antara negara Amerika Serikat dan Indonesia dalam menciptakan kemakmuran dan kedamaian didunia akan dapat diwujudkan apabila kedua belah pihak mempunyai pikiran dan perasaan yang manunggal. Artinya mencoba untuk memadukan cipto sejati dan roso sejati untuk menghasilkan karso yang sejati, dimana keduanya harus mempunyai media atau papan yang kuat (rogo sejati). Sebagai ilusterasi dapat digambarkan pada satu anak manusia yang mempunyai rogo sejati dan berhasil memadukan kekuatan roso sejati dengan cipto sejati, maka dapat dipastikan hasilnya adalah karso sejati yang tentunya mempunyai ber macam-macam kegunaan bagi manusia yang lain disekitarnya.

Dapat juga dicontohkan seorang suami (satrio sejati) yang didukung oleh isterinya (wanita sejati) dalam rumah tangga yang sejati tentu akan mengutamakan karso sejati yang dalam hal ini adalah mewujudkan kehidupan sebagaimana dalam bahasa Islamnya disebut baldatun toyyibatun wa robbun goffur. Seorang Barack Obama yang masa kecilnya pernah hidup di Jakarta bertemu dengan Susilo Bambang Yudhoyono yang masa kecilnya hidup di daerah gersang Pacitan, tentunya sedikit banyak mempunyai pola yang sama dalam menghadapi kehidupan.

Mereka berdua sama sama pernah menikmati hidup sebagai masyarakat kecil (wong cilik) dan kini mereka sama sama menjadi pemimpin negara besar, maka keduanya tentu mampu membawa kedua negara untuk saling bekerjasama dengan tujuan kedamaian dan kemakmuran bagi kedua negara pada khususnya dan bagi dunia internasional pada umumnya. Akan tetapi apakah yang akan terjadi bila ternyata bukan cipto sejati yang datang dan bukan pula roso sejati yang menerima? Jelas bahwa yang akan terjadi adalah kebalikan daripada uraian yang disebutkan sebelumnya. Sebagai bangsa dan rakyat Indonesia, marilah kita simak dan pantau dengan benar apa yang akan dilakukan keduanya dan kita doakan agar keduanya memang sebagai cipto sejati dan roso sejati yang akan mem buahkan kerso sejati yang sangat bermanfaat bagi kehidupan umat manusia sekarang dan masa yang akan datang.



Bila Anda keberatan atau ingin memberi koreksi terhadap content di Lawang Post, jangan ragu untuk menghubungi kami.


  • joko

    Presiden Obama memang salah satu Presiden yang sangat luwes.. Saya harap kapan2 mampir ke Malang..

Berlangganan via E-mail

Masukkan E-mail Anda:


Facebook

Komentar

  • Pangeran Pamcasari: Setelah Pak Jokowi terpilih, Apakah beliau ini Satria Piningit?
  • joko: Ga usah lebay, biasa aja kale
  • jaka: semoga pak sby dan keluarga selalu mndapat prlindungan dari Allah SWT. serta petunjuk agar bisa membawa bangsa...
  • Pak Kades: informasi yang berguna, ijin sedot PP nya gan
  • Baja Hitam: pilih yang mana nih