Home » Editorial » Menyambut Tahun Baru 2011

Menyambut Tahun Baru 2011


Topik: , ,
Share:

Dalam beberapa hari lagi kita semua akan mengalami perubahan waktu, dimana tahun 2010 akan kita tinggalkan dan tahun 2011 akan kita jalani. Semuanya tidak terkecuali akan mengalami perubahan waktu ini, mulai dari wong cilik sampai wong gede, mulai dari yang berkulit hitam sampai yang berkulit putih, mulai yang berambut keriting sampai yang berambut lurus, semua pasti mengalami perubahan tahun. Permasalahannya apa yang harus diperbuat pada tahun 2011 nanti, apa yang telah dipersiapkan untuk hidup di tahun 2011 nanti, hal itulah yang akan membedakan antara seseorang dengan lainnya. Oleh karenanya perlu bagi semua orang orang untuk mempersiapkan apa yang diperlukan dan dilaksanakan pada tahun 2011 nanti.

Semua orang yang mem punyai pemahaman tentang hal ini tentu akan mengadakan analisa pribadi terhadap kekurangan dan kelebihan yang telah dilakukan pada tahun 2010 serta mencoba untuk membuat rencana yang terbaik bagi kehidupan nya pada tahun 2011.

Bagi orang yang beriman tentu akan menganalisa berapa banyak dosa yang telah dilakukan pada tahun 2010 dan usaha apa yang akan dilakukan pada tahun 2011 untuk meminimalisasi dosa dan kekhilafan dengan melakukan perbuatan perbuatan yang lebih mendekatkan diri kepada sang Choliq. Sebagaimana juga dilakukan oleh setiap perusahaan atau pemerintahan yang selalu membuat perencanaan menjelang tahun anggaran baru, demikian jugalah harus dilakukan semua anak bangsa baik secara detail maupun secara global. Karena hal ini akan memudahkan bagi analisa untuk merencanakan kehidupan pada tahun tahun berikutnya.

Alangkah naifnya kalau kita tidak pernah mengevaluasi diri sendiri dan membiarkan hidup ini sebagaimana air meng alir, karena manusia bukanlah benda yang tidak mempunyai fikiran dan perasaan. Oleh karena itu sebaiknya difahami hal ini agar setiap tahun dapat mengadakan peningkatan kehidupannya, baik lahiriyah maupun batiniyah atau dunia dan akherat. Komitmen untuk melakukan sesuatu yang lebih baik pada tahun tahun yang akan datang, akan menjadikan optimis dalam menghadapi tantangan pada tahun yang akan datang. Akan tetapi bagi yang mempunyai pandangan yang berbeda tentu ada alasan tersendiri yang tidak perlu dijelaskan lagi.

Berbahagialah manusia yang membuat analisa tentang kesalahan yang diperbuatnya pada tahun yang lalu dan merencanakan perbaikan pada tahun mendatang, karena mereka itu telah memahami arti dari sebuah kehidupan yang diciptakan oleh Allah, Tuhan bagi seru sekalian alam. Akan tetapi alangkah naif nya manusia yang tidak meng-evaluasi kekhilafan yang telah diperbuatnya pada masa yang berjalan dan tidak berusaha untuk mengadakan langkah perbaikan ditahun berikutnya. Sebagai bangsa yang berkeTuhanan Yang Maha Esa, yang berperikemanusiaan, yang bersatu, yang mengutamakan musyawarah dan yang berkeadil an sosial, sudah selayaknya kita menyadari bahwa apapun kekhi lafan yang kita perbuat tahun ini tidak akan kita ulang pada tahun mendatang. Saling memaafkan untuk kemudian bersatu kembali dan bertekad untuk berbuat yang ter baik bagi masyarakat serta lingkungan sekitarnya merupakan suatu perbuatan yang amat mulia dan patut untuk mendapatkan penghargaan.

Memelihara dendam dan berusaha untuk melakukannya pada waktu mendatang merupakan suatu perbuatan seorang pecundang yang akan memalu-kan diri sendiri. Adakah yang lebih indah daripada memaafkan kesalahan sesamanya dan mengajak untuk bersatu demi memajukan kesejahteraan masyarakat banyak? Seorang sahabat yang sejati tidak akan melakukan perbuatan yang akan membuat sahabatnya menderita, namun akan selalu membuat sahabatnya lebih baik dan lebih perkasa.

Musuh dalam selimut akan memanfaatkan kedudukan seseorang demi kepentingan pribadinya, walau nantinya akan membuat penderitaan panjang bagi orang lain. Satu contoh bagi masyarakat Kabupaten Malang dapat dilihat dari apa yang dilakukan Ketua Tim Penggerak PKK yang justru melakukan peninjauan dan langkah langkah positif di tempat-tempat dimana suaminya menderita kekalahan dalam pemilukada, bukan malah berdendang ria ditempat dimana suaminya memenangkan suara. Mari kita songsong terbit fajar tahun 2011 dengan jiwa yang telah memaafkan semua kekhilafan setiap orang kepada kita dan kita kerjakan hal hal yang bermanfaat bagi kita dan lingkungan sekitarnya. Persiapkanlah diri kita untuk menyambut tahun 2011 dengan penuh keimanan dan ketaqwaan agar supaya Allah menganugerahkan rakhmatNya.



Bila Anda keberatan atau ingin memberi koreksi terhadap content di Lawang Post, jangan ragu untuk menghubungi kami.


Berlangganan via E-mail

Masukkan E-mail Anda:


Facebook

Komentar

  • rizza: saya dari umum mau tanya gimana cara gabung trims
  • nx broo: Shidiqin = satrio pinandito setara Rasul Bani Israil setara Ghautsul Adhom Hadzazzaman v Cirinya menduduki...
  • ensabahnur999: Federasi Ceylon: Chyren Selin (dajjal) sebagai avatar Brahma. lautan bermuda. Rudra Chakrin (kalki...
  • Pangeran Pamcasari: Setelah Pak Jokowi terpilih, Apakah beliau ini Satria Piningit?
  • joko: Ga usah lebay, biasa aja kale