Home » Pembangunan » Awal 2013, Penderita Kanker di Jatim Capai 5000 Orang

Awal 2013, Penderita Kanker di Jatim Capai 5000 Orang


Topik: , , ,
Share:

Ketua PKK Jatim, Nina Soekarwo bersama dengan Ketua PKK Sumenep mengunjungi penderita Kanker beberapa waktu yang lalu. Penderita kanker di Jawa Timur hingga awal 2013 ini cukup banyak, yakni 5.000 orang baik rawat inap dan rawat jalan. Ketua Yayasan Kanker Indoensia (YKI) Jatim, Dra Hj Nina Soekarwo MSi menegaskan, dari total penderita kanker itu kebanyakan didominasi perempuan dengan menderita kanker payudara dan kanker serviks.

“Pendeteksian kanker sejak dini kini menjadi perhatian serius YKI. Ini merujuk pada data 50 persen tingkat nasional dan 70 persen tingkat provinsi, penderita itu datang sudah dalam kondisi stadium lanjut sehingga sudah tidak bisa disembuhkan,” kata Nina Rabu (3/4).

Bagi pasien yang sudah memasuki stadium lanjut, jelas Nina, hanya bisa dilakukan pelayanan pendampingan untuk mengurangi rasa nyeri. “Kalau stadium lanjut hanya didampingi agar pasien lebih siap secara mental. Namun, bagi yang masih stadium dini bisa disembuhkan, sehingga dengan pendeteksi dini bisa segera disembuhkan,” katanya.

Ia menuturkan, jumlah pengidap kanker di Jawa Timur menunjukkan tren meningkat dari tahun ke tahun. Kanker payudara menempati urutan pertama populasi di Jawa Timur. Deteksi dua tahun terakhir menunjukkan peningkatan dari 1.200 penderita jadi 1.700. Kedua adalah kanker leher rahim yang mengalami kenaikan dalam dua tahun terakhir, dari 800 menjadi 1.000 penderita.

Dari jumlah itu, kata Nina, pengobatan bisa tercover oleh Jaminan Kesehatan Daerah. Tapi penanganan penderita kanker tak cukup hanya pengobatan. Biaya menginap dan konsumsi selama masa pengobatan yang panjang juga menguras keuangan keluarga. Tak jarang, keluarga jadi miskin karena keuangannya terkuras pengeluaran ini.

Untuk itu, kata dia, YKI Jawa Timur membentuk rumah singgah di Jl. Mulyorejo Baru No 8. Dari donasi, layanan ini dilengkapi 2 mobil pendeteksi kanker rahim dan satu mobil antar jemput pasien dari rumah singgah ke RSUD dr Soetomo.

Menurut Nina, saat ini rumah singgah YKI memiliki 18 kamar. Fasilitas ini memberikan bantuan berupa kamar, akomodasi, konsumsi, dan antar jemput bagi pasien kanker ke RSUD dr Soetomo secara gratis. Diakui Nina Soekarwo, layanan rumah singgah YKI Jawa Timur adalah yang terbaik di Indonesia. Itulah sebabnya banyak pasien dari luar Jawa Timur antri untuk bisa menggunakan fasilitas ini.

“Kita memang berencana untuk memperluas layanan ini, tapi memang sangat dibutuhkan keterlibatan masyarakat karena tidak mungkin mengharapkan bantuan dana dari pemerintah,” kata Nina Soekarwo.

Dari jumlah populasi pengidap kanker yang terdeteksi, diakui Nina Soekarwo, YKI tidak sanggup mengatasi seluruhnya karena keterbatasan fasilitas dan anggaran. “Untuk saat kami hanya membantu pengidap kanker pemegang Jamkesda saja sedangkan pasien umum bisa sewa tempat lain di sekitar rumah sakit,” tuturnya

Istri Gubernur Jatim tersebut juga menyampaikan bahwa pemprov akan membangun gedung khusus untuk paliatif. “Tanah sudah ada,” tegasnya. Katanya, butuh dukungan dari semua pihak untuk mewujudkan sentra paliatif ini agar penderita paliatif dapat tertangani dengan maksimal.

Guna membantu pendertita kanker yang jumlahnya ribuan tersebut, YKI juga mengoptimalkan pemeriksaan pap smear lengkap dengan menggunakan mobil operasional. Mobil dilengkapi dengan dokter serta alat uji kanker leher rahim. “Ada dua unit yang bisa digunakan ke seluruh Jatim,” tuturnya.



Bila Anda keberatan atau ingin memberi koreksi terhadap content di Lawang Post, jangan ragu untuk menghubungi kami.


Berlangganan via E-mail

Masukkan E-mail Anda:


Facebook

Komentar

  • rizza: saya dari umum mau tanya gimana cara gabung trims
  • nx broo: Shidiqin = satrio pinandito setara Rasul Bani Israil setara Ghautsul Adhom Hadzazzaman v Cirinya menduduki...
  • ensabahnur999: Federasi Ceylon: Chyren Selin (dajjal) sebagai avatar Brahma. lautan bermuda. Rudra Chakrin (kalki...
  • Pangeran Pamcasari: Setelah Pak Jokowi terpilih, Apakah beliau ini Satria Piningit?
  • joko: Ga usah lebay, biasa aja kale